Tampilkan postingan dengan label Aku dan Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku dan Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Yang kita pegang sebenarnya e-KTP atau KTP plastik?

Yang kita pegang sebenarnya e-KTP atau KTP plastik?
Sebelum memulai membahas secara terperinci apa yang penulis tera dalam judul text kita sebaiknya mahami pengertian dasar dari apa yang kita bahas agar lebih mudah mencerna argument yang disampaikan penulis terhadap topik
Menurut UU RI no 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, pengertian kartu tanda penduduk (KTP) adalah identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh instansi pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sedangkan elektronik menurut kamus besar bahasa indonesia adalah alat yg dibuat berdasarkan prinsip elektronika; hal atau benda yg menggunakan alat-alat yg dibentuk atau bekerja atas dasar elektronika
Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secaraelektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi
Itu adalah tiga pengertian yang akan membantu pembaca memahami artikel ini.
Sekarang kita akan memberikan contoh yang lebih sederhana pernahkah kalian memainkan mobil mobilan yang terbuat dari rautan bambu dan kalian mendorongnya dengan gagang kayu. Rodanya terbuat dari sandal bekas?
Apakah mobil mobilan tersebut bekerja dan berjalan secara elektronika? Kalian akan menyebut itu elektronik atau bukan? Saya rasa kita sepakat menjawab tidak itu mobil mobilan biasa
Sekarang lihat mobil  yang berjalan sendiri dengan dorongan daya baterai lalu seseorang mengendalikan dengan remote kontrol, kita sebut itu mobil mobilan bisa atau elektronik? Apa mobil mobilan tersebut memenuni prinsip kerja secara elektronika? Jawabannya tentu memenuhi.
Kembali ke e-KTP dimana pemerintah menyebutnya e-KTP, penulis pribadi lebih senang menyebutnya menyebutnya KTP plastik sebab tidak ditemukan perbedaan prinsip kerja KTP yang terbuat dari kertas biasa yg dilaminating dulu dengan KTP plastik yang sekarang. sekarang keduanya masih difotocopy dan dibaca secara manual datanya. Jika mengacu pada definisi yang dikeluarkan pemerintah tentang e-KTP diatas maka KTP yang kita pegang saat ini tidak memenuhi prinsip dasar kartu yang befungsi secara komputerisasi.

Lalu kenapa kita dan pencatatan sipil menyebut itu ektp? Mereka tidak mengerti atau Kita sedang dibodoh bodohi dan oknum dibalik proyek itu memakan uang kita.

Kamis, 23 Juni 2016

SEGI TIGA TAK MUNGKIN

Segitiga Tak Mungkin

Seharusnya aku berada dalam Quantum Superposisi, dimana cintaku bisa berada di dua dimensi yang berbeda pada waktu yang sama.
Sayang nya tidak
Tuhan benar benar ingin aku Setia
Aku telah memilih merebut hatimu yang belia, menghadirkannya ditengah tengah kami yang goyah
Semestinya tidak kulakukan, tidak jika untuk meninggalkanmu dikemudian hari dan aku tetap bersamanya
Sayang sekali hukum sinellius itu tidak berlaku untuk cinta. Dimana besar sudut cahaya yang datang sama dengan besar sudut cahaya yang dipantulkan
Meski hatimu adalah cermin, dan kini ku tahu. Cermin itu tidak patah tetapi hancur
Maafkan aku yang telah menempatkanmu diposisi yang sangat sulit, sesuatu yang segitiga ternyata tidak selalu memiliki besaran sudut yang sama
Termasuk dalam cinta
Kini kau ku tinggalkan dan aku tetap memilihnya, aku jahat bukan?
Kau harus memahami bahwa pada akhirnya laki laki memang harus memilih, disaat rasa sakit tak bisa dihindari, Kau dan aku meninggalkan tanya, cerita ini lebih baik tidak bermula atau lebih baik tidak berakhir
Azura Sayangku, sebenanrya aku ingin jika hubungan itu berakhir maka akulah yang menjadi korban darinya, sebab aku sudah berkali kali terluka dan perihnya menjadi hal biasa, sedang bagimu semua baru bermula. Aku pernah tahu rasa pedihnya patah hati untuk pertama kali
Sakitnya menghujam bahkan kita kehilangan selera makan dan tersenyum
Tak peduli sekuat apapun dunia menghiburmu saat itu kau tetap akan merasa terasing darinya

Kini sudah menapaki tahun kedua sejak terakhir kutatap matamu yang berkaca kaca dalam linang
Mencoba merelakan ku dan pasrah pada keadaan
Sesekali kita saling mencoba menguatkan, meski akhirnya selalu gagal
Kau tahu bahwa cinta sendiri tak akan cukup kuat memutus ikatan perkawinan
jadi kita harus memilih saling mendoakan

Dan hari ini
Seharusnya
Hujan yang jatuh ditepi danau Semayang
Meninggalkan bekas pelangi dilembah Lita
Menghapus kisahmu dalam lupa
Seharusnya
Cahaya yang terbenam dikaki kayu tamin
Mengembalikan kawanan lebah ke dahan bunga maja
Menyembuhkan gores luka
Seharusnya...







*Danau semayang, lembah lita, kayu tamin adala nama suatu tempat dipulau sumbawa


Senin, 30 Mei 2016

Cerita Cinta SH

hatimu purnama di subuh sya'ban
kau titip dilangit langit dadaku
yang lapang dan tersesat
tiba suatu hari yang biasa
melawati alun tamase
kau bilang padaku "tunggulah sampai aku kembali lagi"
aku mengagguk pelan dengan keraguan yg ingin ku rubah jadi keyakinan
setiap malam saat itu berubah jadi bunga, setiap siang yang terlentang jadi hujan

Cinta kita yang diam diam
Seperti tanda koma
Seperti tanda seru
Seperti tanda tanya
Yang kita tulis dalam satu akhiran kalimat secara bersamaan
Kita bingung mengeksresikannya
Cinta kita yang diam diam tumbuh besar dalam kebersamaan tanpa disadari
Cinta kita yang diam diam melepuh tersengat api
Cinta kita yang diam diam dalam hati tidak berbicara satu dan lainnya
Adalah tanda baca yang membingungkan itu
Tapi kita menyukainya sebab bersama

Perpisahan Pertama
hatiku dan hatimu sesak ini kali pertama aku tak melihatmu selama sebulan penuh
kau berkata juga demikian
saat bus mu melewati belokan pertama ditempatku, aku sudah tak kuat menahan air mata
seolah tak akan melihatmu lagi
detik yang jatuh seperti embun diujung daun
lama dan dihempas kesunyian yg dingin
melewati sebulan yang panjang saat kau pergi kekota lain yg jauh dan seberang lautan


Perpisahan kedua
dalam pamitmu yang kedua, aku mulai berlapang dengan mimpimu dan mimpi seluruh jemari manismu
kurelakan jarak itu ada
lautan itu ada
awan itu ada
gunung gunung itu ada
tapi hanya antara mataku dan matamu
kini aku yang berkata, tunggu aku disana

Perpsahan Terakhir Pamitku
kita melewati separuh malam dialun alun malomba, dibangku taman yg hanya satu satunya seolah kita memiliki seluruh dunia, kau duduk dekatku menyandarkan kepalamu yg terasa berat oleh derai tangis
kita begitu dekat dan terdekap
tapi malam itu sudah terasa jauh dan menjauh
malam mengembang setelah kata kata pamit
aku yg sebenarnya menahan tangis
berusaha kuat depanmu
menyembunyikan cinta yg besar dan detak jantung yg bersuara keseluruh penjuru taman
kau inggat malamnya
aku ingat malamnya
kita hanya saling menatap dalam pamit yg tak ingin ini terjadi
ku katakan "sayangku, aku harus memenuhi janjiku sebagai laki laki" dan kau terisak
malam itu usai tapi tidak untuk cerita nya
tidak untuk perasaan


haruskah kita salahkan waktu yang menghadirkanmu terlambat dihatiku?
haruskah kita salahkan waktu yang melahirkanku lebih cepat darimu?
haruskah kita salahkan waktu yang menuntutku lebih cepat menua
dan tak bisa menunggu
tidak
kau tidak harus menyalahkan siapa siapa
yang salah adalah aku yang telah merebut hatimu
yang salah ialah aku yang menghadirkanmu dalam hatiku tapi tidak bisa membagi tubuhku
yang paling sakit dari seluruh cerita cinta ialah ketika dua orang saling mencintai namun harus berpisah




Selasa, 01 Desember 2015

romantis itu adalah RICECOOKER

Kemarin ku kasih kejutan buat isteriku, RICE COOKER, alasanku aku hanya peduli biar dia tidak perlu repot dan sibuk menanak nasi setiap pagi, tak ku sangka ternyata karena alasan itu dia menganggapku romantis, ahh seharusnya aku membeli centong nasi, bukan ricecooker harganya lebih murah jadi aku bisa romantis tiap hari.

Minggu, 23 Februari 2014

"Ketika" yang Tak Pernah Kembali 2013

Pernah suatu sore seperti ini ibu duduk dekat jendela diatas sofa hijau tua, ia tak beranjak menatap hujan kecil yang mengeroyoki daun plumeria
Tak sekalipun matanya lepas
Ke arah bunga-bunga putih itu
Kali ini hujan kecil itu datang lagi
Membasahi kelopak bunga yang kini jatuh diatas pemakamannya.

31 Desember tahun lalu,
Aku masih membawamu bolak balik mataram mengobati penyakitmu yang kian hari, kian tak kunjung membaik
Diatas bus malam kau duduk sebelah kiriku, sedang aku tetap menghadap jendela mencoba menyembunyikn tangisku
Aku sempat tak ingin tahun berganti, agar engkau tetap disini.
Diantara kami
Tapi tak seorangpun kuasa melawan waktu

25 Desember:   Ibu, aku mungkin terlambat
Sebab musim ini hujan hampir tak berhenti
Sekarangpun ia telah menunjukan tanda tanda akan turun
Tanaman padi kita telah mencoba tegak berdiri meski air melampau usianya
Sejak kau tiada, Ilalang mulai ingin semena-mena mengganggunya
Aku kini sedang belajar merawatnya dengan terbata bata
Maaf jika tidak sempat mengunjungimu dan kini terlambat berkata
Selamat hari Emak untukmu diSyurga

18 Desember:    Dulu setiap kami foto betiga
Ibu selalu memisahkan salah orang dalam foto itu dengan mengguntingnya
Saat ku tanya kenapa
Ia bilang jika foto bertiga salah satu pasti akan lebih cepat meninggalkan kita
Lalu kini ia tiada
Ku temukan lagi potongan foto itu
Dan tiap lembar yang terpisah ialah Dia
 

8 Desember :
My Father
Sebenarnya ada kesunyian yang mendalam didalam hati masing masing, dan kami sendiri tidak mau menunjukn satu sama lain, agar semua kedukaan itu tak tampak kepermukaan
Aku lihat ia menatap sisa gumpal awan yang tak mampu digubah hujan
Pria tua dengan mata berkaca-kaca yang kini telah kehilangan dunianya.

Hepatoma:
Malam itu, lembar diagnosa dokter seolah menjadi kitab keramat yang tak berani kami buka
Aku mengetahui jika dalam kasus yang sama sebagian besar orang tidak pernah bisa bertahan hidup lebih lama
Ku lihat wajah ibu dalam dalam
Sejak saat itu sepanjang hari aku terus merindukannya.
 

awan senja 
 Ibu:
seperti awan senja hari
Pergi, lalu tak pernah kembali


Tentang dia
Yang mengantarku pagi pagi mendaftar waktu masuk mengaji
Yang memilih buah buah bidara lalu menjualnya untuk uang sakuku
Yang berjalan pelan dibelakangku saat meniti pematang
Yang mencariku jika telat pulang
Yang membersihkan bekas luka jika aku terjungkal dari sepeda
Yang selalu berkata "kita akan mencoba kembali besok jika hari ini kau gagal" lalu merangkul pundakku


 Culdesakh

Hari ultahku
 Ibu....
Aku merangkaki cul desakh
Dan tak satu pun cahaya
Ku coba selalu berdiri meski ku tahu pintu pintu itu masih samar adanya...
Ku ingat katamu
"Lekas kembali jika kau letih, ibu disini..."


Ramadhan
Jika ramadhan turun di surga
Aku ingin ikut dengan hilal yang datang diam diam itu.
 


Dan hari ini ketika kau pergi 7-7 2013 Tepat jam 7
berkali kali aku berusaha melanjutkan membaca sebuah surat dalam alqur'an, saat perlahan lahan israfil setega itu memutuskan mengambil jiwamu, 
aku terbata bata seperti baru bisa belajar bicara
dan mengetahui jika kau kini benar benar pergi

dan ingat
Waktu kecil ibu mengajarku berjalan dengan gagang kayu yang dibuatnya seperti komedi putar
Dan hari ini ia benar benar melepas gagang itu, membiarkanmu melangkah sendiri

Selamat jalan ibu.... kau kembali ke Rabb mu
 

Jumat, 21 Februari 2014

BU 3

BU-3: Aku tidak pernah mengeluh berada bersama orang-orang ini, bagiku mereka adalah teja separuh yg terhalang bukit-bukit mimpi, lalu bukit itu mengangkat mereka semakin tinggi dan indah, mereka adalah orang luar biasa yg pernah aku jumpai, dan itu hanya aku yg melihatnya.
Usman caesar wirahadi, orang yg memiliki psikomotor lemah, tetap belajar dengan gaya lamanya, duduk dibagian kelas paling belakang dan ingin membuktikan pada dunia bahwa bangku paling belakang tak membuat pelajar tertinggal, meski ia tahu posisi itu tak mendongkrak apapun selain tingkat kegagalan untuk seorang low physicomotor, tapi ia tetap melakukannya sepanjang waktu, sepanjang waktu sampai tahun berlanjut, Nazam, pemilik nama lengkap muhammad nazam saidul hanan ini adalah seorang pekerja keras untuk tetap kuliah, jika sekarang liburan semester maka saat masuk nanti, ku pastikan tangannya melepuh & kulitnya hitam legam lebih hitam dari sekarang, akibat romusa yang ia lakukan pada dirinya sendiri, semua agar ia tetap duduk bersama kami di sini, di Kelas Pathetic. Satu-satunya kebanggaan saat ini saat ia menyingkat nama lengkapnya menjadi Mohamed nazam, S.H, lalu tersenyum lebar seolah seorang dengan predikat summa cumlaude universitas indonesia, dan mulai bertitah dalam bahasa inggris versi lombok tengah. Lalu Pardata adalah bagian yg tidak bisa dipisahkan dari seluruh "Human disconceting" ini, seorang mahasiswa musisi yg lebih pandai menggunakan gitar dari pada balpoint, berjam-jam menghabiskan secangkir kopi dengan lagu yang tak pernah selesai, jika aku ada disitu, ia akan berkata degan gaya berbisik tapi keras "musIC iS mY liFE. . ,!!" seolah pemberontakan atas nilai C yg selalu ia dapatkan. Lalu ia memetik gitar, berprolog seadanya.
Intro menyayat,

bergumam . . .
sepenggal lagu,
dan ucapan terima kasih.
Lalu berbisik keras lagi "INI SinGEL kE-dUAA KU KAWAAN,, !!" aku mengangguk seolah paham, padahal tak pernah ku dengar lagu pertamanya, lalu aku tersenyum seolah aku pendengar Setia RRI MATARAM.
Satu lagi, irpan purnandy, orang yang selalu protes jika akhir namanya di ganti hurup -i. Menilai sepintas ia sama seperti mahasiswa lainnya datang ke kampus dengan gaya ariel peterpan, jika tidak bisa memetik gitar ia nyaris tak punya skill apa-apa. tapi di kamusku ia tetap luar biasa, pemilik "wonderfull dream. . " hidup dalam rencana-rencana besar, namun dunia belum sempat memberinya ruang karena sedikit mendapat pengakuan. Sekarang ia mengalami "chiken out" merasa memiliki kemampuan paling rendah dikelas. Terbukti saat pak Jupri memintanya berkomentar terhadap suatu topic yaitu "WOMAN" Kami menunggu suara dari pemimpi satu ini, seorang yg nyaris tak pernah tampil didepan kelas, dengan was was dan menahan tawa. Pada detik yang nyaris tumbang iapun bersuara

"women. . . . . ." dengan ekspresi menahan cebirit.
(audiens menahan napas)
"women. . . ." katanya kedua kali.
(audiens kian sesak)
"women. . . Is. . . "
(audiens menunggu menahan napas dan kencing)
"womeennn. . . Is ladddyy"
(dan kamipun bertepuk tangan), itu komentar pertama sejak aku satu kelas dengannya, ia adalah orang luar biasa, yang selalu memberi semangat dan ide-ide tak masuk akal.
Ide ide itu terwujud ditangan dingin Muhammad sibawaihi. . .
Sang Dirigén .